Pentingnya Pelatihan Pengurus BUMDes di Kalimantan Tengah

Pentingnya Pelatihan Pengurus BUMDes di Kalimantan Tengah  –

Departemen Desa, Pembangunan Pedesaan dan Transmigrasi baru-baru ini mengumumkan, pada bulan Juli 2018 masuk saat ini, jumlah perusahaan desa (BUMDes) di Indonesia mencapai 35.000 74.910 desa di seluruh nusantara. jumlah itu lima kali dari kota sasaran hanya memperbaiki Kementerian BUMDes 5000. Apakah ini berarti BUMDes listrik siap untuk menjadi kekuatan ekonomi raksasa di Indonesia?

KURSUS SAMPIT

Jl. Taman Siswa 1 No. 4 Sampit

Kalimantan Tengah

Telp/WA. 0822 5403 9999

 

 

Masalahnya, hingga saat ini, berbagai data menyebutkan bahwa sebagian BUMDes masih sebatas berdiri dan tidak kegiatan yang menghasilkan pendapatan. Beberapa bahkan akan memudar sebelum karena ada “setidaknya” BUDMdes pemahaman pada sebagian besar kepala desa.

Ada beberapa masalah yang ribuan BUMDes tidak meningkat seperti yang diharapkan. Pertama, karena BUMDes pidato untuk banyak desa baru masih muda, terutama sejak adopsi Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 Desa di desa.

Sejak itu, pemerintah kemudian secara bertahap meningkatkan pertanyaan tentang pembentukan BUMDes di semua desa nusantara. Hal ini membuat Departemen Pedesaan menjadi salah satu kementerian perjalanan tersibuk di seluruh negeri untuk kebaikan anak bernama menyebarkan BUMDes ini.

Kedua, selama bertahun-tahun, desa memiliki struktur pemerintahan yang bekerja atas dasar petunjuk badan di atasnya. Hampir semua orang yang mendukung kepala desa dan aparat perangkat terfokus pada masalah administrasi.

Bahkan jika desa mendapat bagian dari dana talangan anggaran konstruksi dapat dianggap sebagai “sisa istirahat.” Sehingga melahirkan Undang-Undang Desa membuat kepala desa dan garis keturunannya membutuhkan waktu untuk belajar hukum dan berbagai peran dan tanggung jawab mengenai BUMDes datang ke desa.

Berlakunya hukum Desa adalah titik balik bagi sejarah desa di Indonesia. Desa yang telah hidup sebagai objek dan dianggap cukup untuk menjalankan tutorial, berubah.

Presiden visi Joko Widodo telah menetapkan program untuk membangun pinggiran di Indonesia Nawacita adalah salah satu desa utama yang membuat untuk keberuntungan. Perubahan mulai menerangi pelosok Indonesia: desa.

Diundangkannya UU desa Nawacita dan dana desa adalah amunisi baru yang membuat desa memiliki kekuatan besar untuk melaksanakan. Tapi kemudian, ini merupakan tantangan yang sangat berbeda dari riwayat desa.

Jika di masa lalu struktur pemerintahan di atas desa dapat membuat intervensi kebijakan yang dibuat desa, sekarang hanya tinggal kenangan. Desa ini memiliki otoritas penuh untuk membuat langkah mereka sendiri oleh dewan desa. Ini menjadi PR tidak hanya Kementerian desa untuk menjelaskan BUMDes ke semua desa di seluruh nusantara. Tetapi juga tantangan besar bagi para pemimpin desa di seluruh negeri untuk bangun dan berjalan.

Tidak hanya dalam perumusan bagaimana itu dibangun, desa juga memiliki kekuatan untuk benar-benar mengelola Dana Desa untuk kesejahteraan desa. Jangan bercanda, warga desa langsung ditransfer dana dari rekening anggaran negara ke desa sehingga sekarang anggaran untuk kebutuhan desa untuk “berhenti” setelah berbagai digulingkan dan tersebar di jalan. Jumlah uang desa tidak sejumlah kecil, dalam empat tahun, negara ini memiliki menggelontoran Rp. 187000000000000. 2018, Dana Desa dianggarka Rp. 60 triliun dan diperkirakan akan meningkat pada tahun 2019.

Ini adalah anggaran terbesar dibayarkan langsung ke desa sepanjang sejarah kekuasaan negara. Perubahan Jaman benar-benar datang ke desa. Dilindungi oleh hukum, pendukung bersenjata hukum keputusan beragai pemerintah dan termasuk amunisi sebagai dana desa cukup besar, desa mulai berubah nasibny

BUMDes apa?

BUMDes adalah badan usaha yang seluruh atau kepemilikan mayoritas dari desa melalui kekayaan modal investasi langsung dari desa. Lembaga ini diperkirakan sebagai kekuatan yang akan mampu mendorong terciptanya lebih besar kemakmuran dengan menciptakan produktivitas ekonomi desa, atas dasar berbagai desa potensial.

BUMDes dilahirkan pada keinginan penduduk desa diputuskan oleh Dewan Desa (Musdes). Musdes adalah forum tertinggi dalam keputuan utama telah melahirkan banyak BUMDes nama lembaga, dewan pemilihan jenis usaha yang akan dijalankan.

Dalam proses ini, setidaknya ada dua pertemuan besar yang melibatkan semua unsur esensial wakil dari penduduk desa. Yang pertama adalah sosialisasi dan pelatihan tim untuk mengawal proses pelatihan seluruh dan pertemuan kedua menghasilkan beberapa keputusan akhir. Seluruh proses ini tentu saja tanggung jawab pemerintah desa sebagai penyelenggara.

Apakah BUMDes setelah sarana lahir tentu bertanggung jawab untuk pemberdayaan ekonomi bisnis pedesaan? Hal ini sering disalahpahami. BUMDes lahir sebagai lembaga desa bekerja menciptakan kesejahteraan warga menggunakan aset dan potensi modal investasi dan penduduk desa bersenjata desa.

Maka itu tidak berarti bahwa semua urusan ekonomi desa di BUMDes kerajaan, sama sekali tidak. Karena di desa masih banyak lembaga-lembaga ekonomi yang tidak di bidang BUMDes mungkin bahkan tidak BUMDes-kan.

Perhatikan bahwa sebagian besar menentukan apakah pertumbuhan ekonomi dan desa adalah Kepala Desa! Ya, tapi proses ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan untuk mengeluarkan kepala desa dalam pengelolaan visi ekonomi desa.

Jaman sekarang ini, kepala desa tidak hanya berfungsi sebagai saluran tanda tangan berbagai dokumen administrasi dan masalah formal saja. Tetapi harus memiliki visi yang kuat, pengetahuan yang kuat pada hukum, termasuk undang-undang tentang desa-desa hukum, kontrol informasi terbaru tentang potensi ekonomi desa dan memiliki kemampuan untuk melakukan analisis dari berbagai peluag ekonomi baik di desa dan luar desa. Dengan kata lain, adalah penting untuk menjadi kepala desa arsitek dalam perekonomian.

Dana pedesaan untuk apa

Memang, dana desa tidak hanya terfokus pada program ekonomi tetapi juga pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan publik juga mencakup memerangi gangguan pertumbuhan dari anak-anak desa karena retardasi pertumbuhan. Tapi semua program yang pada akhirnya secara langsung akan mempengaruhi atau tidak langsung dari kehendak desa untuk mengembangkan ekonomi warganya.

Ada empat bidang prioritas yang harus diilakukan kota dalam program dana desa. Pertama, desa harus menemukan produk unggulan di daerah pedesaan. Produk unggulan yang dimaksud adalah jenis produk dalam bentuk produk lahir dari desa.

produk unggulan harus menjadi produk yang memiliki banyak keunggulan seperti kualitas, yang tidak banyak daerah lain. Sebagai contoh, beberapa desa terkonsentrasi produk pertanian mereka seperti beras dan lainnya karena memiliki lahan pertanian yang subur.

Ada juga desa-desa yang fokus pada pengolahan hasil laut, misalnya, bahwa desa biasanya dilakukan di wilayah pesisir. Produk unggulan diharapkan memiliki kapasitas produksi dalam jumlah besar dan terus menerus memilliki kekuatan persaingan di pasar.

Kedua, membangun BUMDes. BUMDes dirancang sebagai badan usaha yang akan merangsang produktivitas ekonomi penduduk desa. Penggunaan BUMDes modal investasi desa memiliki pilihan yang berbeda untuk digunakan sebagai sebuah perusahaan sesuai dengan peluang bisnis potensial dan ditargetkan.

Ini jenis usaha yang dapat dijalankan BUMDes yaitu:

Bisnis / Melayani Sosial
Membuat warga pelayanaan PDA sehingga warga menerima manfaat yang sangat baik. Dalam model bisnis ini BUMDes tidak menargetkan keuntungan ritel. Ini jenis bisnis seperti pengelolaan air, pengelolaan limbah dan sebagainya.

Keuangan / Perbankan
BUMDes dapat membangun lembaga keuangan untuk membantu warga mengakses modal mendapakan hanya dengan bunga semurah mungkin. Bukan rahasia bahwa mayoritas bank-bank komersial di negara ini tidak terjangkau bagi orang-orang dari negara.

Selain mendorong produktivitas perusahaan milik warga dari sisi permodalan, jenis usaha juga dapat menyelamatkan nyawa cakar warga renternir berkeliaran di desa-desa.

Leasing Bisnis / Rental
Mengelola sebuah perusahaan rental untuk memfasilitasi warga untuk mendapatkan berbagai peralatan kebuuhan dan persediaan yang dibutuhkan untuk properti sewa, pihak aparat, sewa traktor dan sebagainya.

Menengah / brokering
BUMDes mediator antara warga barang yang diproduksi di pasar yang lebih luas untuk BUMDes memendek saluran distribusi komoditas ke pasar. Hal ini akan memberikan dampak ekonomi yang besar pada warga sebagai produsen karena tidak lagi dikontrol melalui.

Perdagangan / Niaga
BUMDes menjalankan bisnis menjual barang atau jasa yang diperlukan untuk masyarakat yang tidak dapat dilakukan oleh warga. Misalnya, untuk bahan bakar BUMDes perahu membangun di desa nelayan. BUMDes es memancing mendirikan pabrik sehingga nelayan bisa mendapatkan es lebih sedikit untuk mempertahankan kesegaran ikan mereka ketika memancing tangakapan

Joint Ventures / portofolio
BUMDes membangun sistem perusahaan yang terintegrasi yang mencari banyak usaha di desa. Misalnya, mengelola BUMDes desa wisata dan akses gratis ke orang terluas harus mengambil berbagai peran yang dibutuhkan dalam perjalanan bisnis.

Pengusaha / kontraktor
Menjalankan kemitraan bekerja pada berbagai kegiatan desa, seperti pelaksana proyek desa, pemasok berbagai bahan di proyek desa, penyedia layanan servise pembersihan dan lain-lain. Selain itu, karena 2018, pemerintah desa dilarang untuk mengundang kontraktor luar dari desa bekerja pada berbagai proyek milik desa.

Hal ini penting untuk membuat keputusan tentang unit bisnis BUMDes tidak mematikan bisnis potensial yang dijalankan dengan konstituen mereka. Upaya BUMDes juga harus memiliki kemampuan untuk memberdayakan kesejahteraan banyak. Ini dikenal sebagai prinsip subsidiaritas.

Misalnya, di desa bagi kebanyakan orang memproduksi tapioka Teung, BUMDes tidak harus membangun pabrik tapioka sendiri. Sebaliknya mengambil peran yang berbeda dalam rantai produksi warganya.

Sebuah contoh yang baik untuk BUMDes Gumelar, Kecamatan Gumelar, Banyumas. BUMDes membuka bisnis penyulingan untuk melunakkan tapioka tepung tapioka tepung yang masih kasar. BUMDes juga memasarkan tepung tapioka kemudian. Akibatnya, warga tapioka pati buatan Gumelar menjadi naik kualitas dan dapat bersaing dengan produk lain.

Prioritas ketiga adalah untuk membangun sebuah alias bendungan waduk air untuk pertanian. Program ini diluncurkan untuk pembangunan waduk untuk membantu Kementerian pedesaan kota produktivitas pertania.

Anda lihat, sebagian besar desa di negara tersebut masih bergantung pada pertanian sebagai dukungan sektor kehidupan yang produktif warganya. Selain menghasilkan warga bahan baku yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, produk pertanian mungkin lebih besar dari penjualan.

Keempat, pembangunan fasilitas olahraga. Ya, olahraga mulai mendapatkan beberapa yang sekarang. Latihan dianggap tidak hanya membantuk tubuh yang sehat desa, tetapi juga berfungsi sebagai sarana desa menyegarkan fungsi terganggu kegiatan sehari-hari yang melelahkan.

Tidak hanya itu, olahraga juga efektif Sagat membangun mental yang sehat yang merupakan jiwa dari alias sportif bersaing secara sehat dan membuat hubungan interpersonal dalam angkatan desa.

hubungan sosial yang baik di desa-desa tidak hanya ditujukan untuk mendukung produktivitas kerja saja, tetapi juga langsung atau tidak langsung dapat mencegah banyak penyakit sosial, termasuk terorisme bisa mencegah perkembangan memahami bahwa sesat dan berbahaya.

Setidaknya ada tiga faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari orang membangun dan mengelola BUMDes. Pertama, sumber daya alam yang dimiliki oleh orang-orang. Semua sumber daya yang tersedia secara alami di desa dan apa yang telah diproses dengan cara. pengelolaan sumber daya alam, sehingga manfaat sosial, baik pendapatan dan keuntungan. Sebagai orang Ponggok dilakukan di Klaten.

Ponggok adalah kota yang dianugerahi mata air tawar yang jelas dan jauh dengan kejutan yang luar biasa. Air bertempat di kolam renang alami dengan ukuran yang besar. Berbeda dengan taman bermain lainnya, Umbul Ponggok, sehingga kolam disebut, memiliki kolam alami dan ikan mas dasar berliweran.

Cerdas, manajer perjalanan menawarkan fasilitas untuk mengambil gambar bawah air di kolam. Keberadaan tempat ini yang tidak terlalu jauh dari kawasan wisata Yogyakarta sehingga sangat segera menjadi salah satu tujuan atas wisata dengan ribuan pengunjung setiap minggu.

Potensi alam dengan sukses besar warga Desa Nglanggran diproses, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta. Orang-orang menerima karunia gunung batu Yag batuan terdiri dari ribuan drama berukurn raksasa puluhan meter. Gegunung jutaa kawah tua adalah usia tua.

Setelah jutaan tahun tidur nyenyak dan tanpa disadari, sepuluh tahun yang lalu pemuda sadar akan eksotis gunung berapi kuno. Sekarang, 150-an setisaknya pemuda dan warga desa Nglanggaran pekerjaan mengelola perjalanan mereka orang.

Pendanaan modal Faktor kedua untuk membiayai beberapa operasi untuk mencapai produktivitas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Ekuitas adalah salah satu mengembang energi BUMDes terkemuka.

Tapi sebelum rupee dicairkan, kepala orang harus diyakinkan bahwa BUMDes telah mengembangkan rencana bisnis yang baik. rencana bisnis sangat penting dalam membangun bisnis karena akan memandu bagaimana bisnis dijalankan. Kan juga rencana bisnis untuk memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang akan dilakukan usaha, termasuk bagaimana mengelola kebutuhan modal dan pasar ditujukan untuk penjualan produk. Seperti yang dilakukan BUMDes Amarta, Sleman, Yogyakarta. BUMDes ini pertama mendapatkan modal investasi Rp. 50 juta. Apakah Amarta? BUMDes memutuskan untuk mengambil orang pengelolaan limbah.

Amarta membangkitkan sebuah bangunan terbuka terhenti untuk pengolahan limbah di BUMDes yang sama kantor pusat. Ini hanya membutuhkan waktu tiga bulan untuk Amarta untuk menunjukkan, dengan manajemen yang baik, sampah menolak semua karena bau menjadi tas rupee menguntungkan.Enam bulan kemudian Amarta telah memiliki pegawai tetap dengan upah minimum. Because Kurang dari setahun, BUMDes ini dihadiri oleh beberapa bank yang datang untuk mendukung penyediaan modal. Namun, sumber yang paling penting BUMDes faktor keberhasilan sebenarnya tidak wajar, tetapi masuknya modal tau uang Sumber Daya Manusia (SDM). Namun semua potensi yang ada akan terbukti menjadi komoditas yang produktif atau tidak semua tergantung pada bagaimana kita mengelola sumber daya manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *